Sunday, 23 July 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Home » KESAKSIAN
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Berawal dari niat untuk memanfaatkan waktu luang disela-sela kesibukan kegiatan mengajar di sebuah Sekolah Negeri di Sleman Yogyakarta, Sasmoko Eko Darmono (54) yang akrab dipanggil Pak Sas ini,memulai perjuangannya di PT. NATURAL NUSANTARA. Pada mulanya suami dari Novia Mahanani ini ragu dan sangat tidak percaya diri karena pekerjaan sehari-hari mengajar anak-anak disekolah, kok kemudian harus turun ke lahan untuk bertemu dan bicara dengan para petani dan peternak yang seumur-umur belum pernah dimengert iseluk beluknya.

Tetapi karena sering mengikuti training dan pelatihan yang diselenggarakan oleh sponsor maupun perusahaan, akhirnya ilmu tentang agrokompleks mulai dikuasainya, terbukti sudah lebih dari seratus kelompok tani dan ternak serta organisasi pertanian yang telahdipresentasi. Bagi bapak tiga putri ini, NASA bukan lagi pekerjaan sambilan (samben) tetapi sudah merupakan pekerjaan sampingan. Artinya, NASA benar benar ditekuni disamping pekerjaan pokoknya-yang mendapat sebutan pahlawan tanpa tanda jasa- yang dilakoni sejak tahun 1983.

Bisnis NASA bisa memberi peluang bagi siapa saja Banyak orang sudah tidak tertarik pada bisnis MLM dengan alasan sulit, tidak cocok, produknya mahal dan alasan lain lagi, tetapi bisnis ini cocok buat saya karena meskipun sudah bekerja seharian di kantor sebagai PNS dan tidak punya latar belakang bisnis tetapi masih bisa menjalankannya. Hal ini dikarenakan bisnis NASA begituluwes dan fleksibel artinya dapat dijalankan oleh siapa saja tanpa memandang latarbelakang dan pendidikan, dimana saja, dan di waktu kapan saja (tidak terikat waktu dan tempat) serta tidak membutuhkan modal besar. Menurut beliau, modal utama dalam menjalankan Nasa adalah :

  1. Ilmu dan Ketrampilan. Ilmu dan ketrampilan diperoleh dengan cara belajar dan berlatih. Banyak sarana belajar dan berlatih baik tentang teknologi dan pengetahuan produk, cara menjalankan bisnis serta ilmu motivasi yang diadakan oleh sponsor maupun oleh perusahaan. Kalaumau sukses, ya kita harus banyak belajar dari orang-orang sukses. Salah satu ilmu yang saya dapatkan dari guru besar saya Bapak. Ir.Hana Indrakusuma, MP. (Direktur PT Natural Nusantara) dan mulai saya terapkan adalah bekerja dengan konsep 4 AS, yaitu : Bekerja KerAS, artinya bekerja sesuai potensi dan kemampuan yang kita punya. Banyak orang yang bekerja tidak mau mengeksploitasi potensi dan kemapuan yang dipunyai, contohnya kalau orang mampu mengerjakan sampai 10, tetapi mengapa baru mengerjakan sampai 5 atau 6 kok sudah berhenti ? Banyak orang tidak mau (atau mungkin malas) untuk mengeksploitasi potensi dan kemampuannya secara maksimal. Jadi Bekerja keras menurut saya, bukanlah bekerja terus menerus siang malam tanpa henti, tapi bekerja dengan segenap potensi yang dimiliki. Bekerja CerdAS, artinya dalam menjalankan usaha kita harus menggunakan cara dan teknik yang tepat yaitu dengan cara yang efektif dan efisien. Menurut saya, bergabung di Network Marketing adalah salah satu cara kerja yang cerdas karena ada banyak cara yang dapat mengatasi keterbatasan saya. Bekerja TuntAS, artinya pekerjaan yang sudah kita mulai harus kita selesaikan sampai finish. Menjalankan pekerja dan usaha sampai mendapatkan hasil yang kita kehendaki dan jangan pernah berhenti sebelum berhasil (istirahat sebentar kalau capek sih boleh, tapi harus segera mulai lagi) . Bekerja IkhlAS, artinya menjalani pekerjaan dengan senang hati dan sungguh-sungguh tanpa ada rasa terpaksa dan serahkan hasil pekerjaan itu pada yang di atas, serta kita syukuri hasil yang telah diberikan olehNya. Kita nikmati pekerjaan itu sebagai suatu anugerah dan niatkan sebagai ibadah, karenabanyak orang diluaran sana bingung merasa tidak punya pekerjaan.
  1. Motivasi dan Semangat. Motivasi merupakan pendorong seseorang untuk melakukan aktivitas atau pekerjaan. Motivasi yang kuatakan menimbulkan semangat yang tinggi pula. Timbulnya motivasi dan semangat dapat dimulai daridalam diri kitasendiri, yaitu dengan menetapkan sebuah cita-cita atau impian. Motivasi saya adalah keluarga, keinginan untuk hidup yang lebih baik dan meningkat kualitasnya (dibanding keluarga orang tua dahulu yang juga PNS). Kehidupan keluarga harus meningkat seiring laju kemajuan jaman .
  1. K o m i t m e n. dan Konsistensi Menurut saya : Bekerja sesuai dengan cara dan aturan yang telah ditetapkan serta mentaati apa yang sudah kita sepakati adalah salah satu wujud dari komitmen. Menyelesaikan apa yang sudah kita mulai serta terus melakukan usaha dan jangan berhenti sampai mendapatkan hasil yang kitaharapkan adalah salah satu wujud konsistensi.

KESAKSIAN BISNIS : Nur Haryono, FROM ZERO TO HERO

Kelemahan tidak selalu menjadi hambatan, tetapi darinya juga bisa muncul ide untuk mengatasi kelemahan itu supaya menjadi peluang untuk meraih sukses.

Sebagai salah satu bukti  adalah pengalaman pengembangan bisnis NASA oleh Bapak Nur Haryono yang sukses meraih omzet terbesar kedua di bidang Agrokompleks melalui media online.

Perjalanan hidup manusia memang penuh liku dan perjuangan, untuk menjadi sukses dibutuhkan ketekunan, kerja keras, dan kelihaian membaca dan memanfaatkan peluang. Kesuksesan tidak akan datang sendiri jatuh dari langit, melainkan selaludidahului dengan perjuangan yang tidak ringan. Pertama yang harus dimiliki seseoranguntuk mengubah nasib adalah kemauan berusaha dan keberanian untuk mengambil langkah pertama yang bakal menjadi awal perjuangan yang penuh dengan liku dan pembelajaran. Perjalanan mengelola usaha sering memaksa orang untuk melakukan berbagai inovasi untuk memperbesar usahanya. Inovasi tersebut bisa berupa perubahan atau penambahan komoditas, ataupun perubahan dan pengembangan strategi pemasaran komoditas tersebut. Proses learning by doing ini tetu saja memerlukan kesabaran dan kerja keras sebelum apa yang diharapkan dapat tercapai.

Mungkin itulah gambaran perjalanan hidup yang dialami oleh Bapak Nur Haryono (33 tahun) yang sejak tahun 2010 bergabung di bisnis NASA. Semula bapak satu putri ini tidak begitu tertarik dengan bisnis NASA yang dikenalkan oleh salah seorang temannya yaitu Bapak Wiyardi, karena dia menyadari punya kelemahan yaitu tidak begitu pandai untuk presentasi yang mutlak dibutuhkan dalam bisnis multi level marketing. Tetapi ada satu produk dari NASA yang membuatnya tertarik untuk memasarkannya saat itu yaitu produk ban Tiretech, karena diapunya latar belakang pengetahuan di bidang mesin. Hanya saat ini justru ia lebih banyak memasarkan produk NASA di bidang agro karena menurutnya penggunanya lebih luas.

Meraih Omzet puluhan Juta dengan Media Online

Bapak Nur Haryono serius ingin mengembangkan bisnisnya di NASA, namun ia menyadari akan kekurangan pada dirinya, yaitu kurang pandai berbicara, sehingga mengalami kesulitan dalam mengenalkan produknya kepada konsumen.  Dari kelemahannya ini justru muncul ide untuk memasarkan produk NASA via internet yang mengantarkannya meraih omzet puluhan juta. Meskipun ketika itu ia masih belum terlalu melek komputer, tidak memiliki komputer, bahkan tidak memiliki sepeda motor untuk mobilitas mengembangkan usahanya, hal itu tidak membuatnya patah semangat. Ketika itu ia harus naik pit onthel ke warnet untuk membuat blog dan mengantarkan pesanan juga dilakoninya dengan mengayuh sepeda.

Setelah sekian lama akhirnya ia menyadari strategisnya media online dalam memasarkan produk-produknya, karena sebagian besar penjualan didapat dari hasil online yaitu 95% dan hanya 5% yang dari offline. Nur Haryono memanfaatkan fasilitas free space untuk membuat blog untuk mempromosikan produk-produk NASA, dan melalui media online ini pesanan pun mulai mengalir. Kliennya banyak yang dari luar Jawa antara lain dari Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera yang menggunakan produk NASA untuk tambak, perkebunan sawit, karet dan coklat.

Meraih Penghargaan Sebagai Stockist dengan Omzet Terbesar Kedua di Bidang Agrokompleks.

Setelah dua tahun, Bapak Nur Haryono mulai merasakan hasil usahanya dan pada tahun 2011 omzetnya mencapai 20-30 juta per bulan. Dari bisnisnya di NASA ia dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya, saat ini sudah ada motor, laptop dan jaringan internet pribadi untuk mengembangkan usahanya. Ditanya apa tipsnya untuk menaikkan omzet via online, beliau menjawab bahwa dalam strategi promosinya ia menggunakan strategi jaring laba-laba, yaitu semakin banyak jaring maka mangsa yang terjerat pun akan semakin banyak. Dalam hal ini ia memiliki banyak blog untuk mengenalkan produk-produkNASA. Kini ia memiliki 15 blog yang selalu diupdate tiap minggu, diharapkan dengan semakin banyaknya blog yang dimiliki, pangsa pasarnya semakin luas, dan omzetnyapun semakin meningkat. Pemasaran dengan blog ini memang cukup efektif, karena selain murah juga bisa diakses sampai ke mana-mana. Apalagi kini pengguna internet juga kian meluas, bukan hanya pelajar dan mahasiswa, serta pegawai kantoran, namun para petanipun mulai banyak yang menggunakannya.

Dari kesuksesannya memasarkan produk NASA via online telah mengantarkan bapak Nur Haryono mendapatkan penghargaan sebagai stockist dengan omzet terbesar kedua di bidang agrokompleks dan memenangkan hadiah laptop yang diserahkan sendiri oleh Direktur Utama PT NASA, Ir. Hana Indra Kusuma, MP dan Manager Humas dan TS  Ir. Joni Riyanto di rumahnya (gambar).

KESAKSIAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI LAMPUNG (KEBUN LISA)

LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA
PADA TANAMAN KELAPA SAWIT

Nama manager Kebun Kelapa Sawit         : Bp Purnomo
Pelaksana kebun                                   : P.Toyo
Lokasi Kebun                                        : Kebun Lisa, Ds Wirabangun, Kec Simpang   
                                                            Pematang, Kab.Tulang Bawang -Lampung
Total Luas Kebun                                  : 48 Ha
Luas Pengambilan sampel/Treatmen        : 48 Ha   
Jenis Bibit                                           : Marihat dan asal Bakri Brothers
Umur Bibit                                           :  –
Umur Tanaman                                     : 6-8 tahun
Produk Nasa yang digunakan                  : POC NASA, POWER NUTRITION,    
                                                                        HORMONIK, dan AERO 810

Cara dan waktu aplikasi        :

1. 1 botol POWER NUTRITION (500 gr) dicampur 20 ltr air  + 60 ttp POC NASA + 1 botol  
    HORMONIK + 2 ttp AERO 810 untuk 20 tanaman dengan interval 1 tahun sekali.
2. Penggunaan pupuk makro NPK 1 tahun sekali.

                       Perbandingan sawit sebelum dan sesudah pakai produk NASA

Paremeter Sebelum Pakai NASA Setelah Pakai NASA
1. Pemakaian Pupuk Makro 340-400 kg/ha 175 kg/ha
2. Waktu Pembentukan buah sampai Panen 5 bulan 4,5 bulan
3. Berat Janjang Rata-rata 8 kg 17 kg
4. Potongan Pabrik 12-17% dari tonase 3-4 % dari tonase
    4.304 kg

                                                                
Analisis ekonomi  :

Tambahan keuntungan diperoleh dari :

1. Pengurangan pupuk makro hingga 50%.

2. Peningkatan produksi sebesar 4.304 kg X Rp. 1400,00 = Rp. 6.025.600,00 per hektar

Catatan :

Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :

  1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman).
  2. Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll).
  3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
  4. Tingkat kesuburan tanah.
  5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
  6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.

KESAKSIAN TANAMAN KARET DARI KALIMANTAN SELATAN

LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA
PADA TANAMAN KARET
Nama petani                                 :  Bp. Rauf dan Bp. Sutrisno
Alamat                                         :  Dsn. Sidomukti, Desa Sebuhur, Trans 150,
                                                       Kec. Jorong, Kab. Tanah Laut,
                                                       Propinsi Kalimantan Selatan
Luas lahan                                     :  1 hektar
Jumlah Tanaman                            :  500 batang
Luas lahan dengan perlakuan NASA  : 1 Ha
Jenis Bibit                                      :  PR, IR, PB
Umur tanaman                               :  7 tahun                        

Pupuk yang digunakan   :
 Sebelum pakai NASA ( 1 ha ) / 4 bln                                  Setelah pakai NASA ( 1 ha ) / 4 bln

          Urea       :  2,5 kuintal                                                     NPK Phonska   : 0,5 kuintal
          TSP        :  0,5 kuintal                                                   SUPERNASA  : 500 gr 2 botol
           KCl        :  0,5 kuintal                                                      HORMONIK   : 1 botol 

Total biaya pupuk  makro : Rp. 520.000,00             Total biaya pupuk+produk NASA : Rp.297.500,00

Cara dan waktu aplikasi  Pemupukan dengan Produk NASA  :  

1. NPK 20 gelas + 20 sdm SUPERNASA  + 1 sdm HORMONIK + 60 liter air.
2. Kocorkan ke piringan tanaman sebanyak 1 liter per batang

Perbandingan hasil yang didapat setelah pakai NASA

Paremeter Sebelum Pakai NASA Setelah Pakai NASA
1. Kondisi Daun Kekuningan Hijau segar
2. Kondisi Kulit Batang Keras Lunak
3. Kondisi Tanah Keras Gembur
4. Produksi Getah 90-100 kg/bulan 446 kg/bulan
5. Pendapatan per bulan 1.240.000/ha/bulan 4.005.200/ha/bulan

Analisis ekonomi :

Peningkatan pendapatan diperoleh dari :

Penambahan produk NASA yaitu SUPERNASA dan HORMONIK senilai Rp 297.500,- meningkatkan pendapatan       70% ( Rp. 2.765.200 ha/bln)

 Penghematan biaya pemupukan sebesar Rp.  222.500/ha/4 bln
Total peningkatan keuntungan dengan Produk NASA = Rp. 2.987.700,00 per hektar per bulan.             

Catatan :
Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat                 
dipengaruhi oleh :
1.    Kualitas benih/bibit (genetis tanaman)
2.    Iklim (curah hujan,air,sinar matahari, kelembaban, suhu dll).
3.    Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman)
4.    Tingkat kesuburan tanah.
5.    Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis,tepat waktu, tepat sasaran)
6.    Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.

VITERNA, PEMACU PERTUMBUHAN ITIK DI KEBUMEN

Bisnis pemeliharaan itik di Indonesia saat ini semakin berkembang, karena disamping permintaan pasar yang tinggi, juga pemeliharaan itik cukup mudah karena unggas ini memiliki daya tahan yang lebih bagus dibandingkan ayam. Daging itik yang memiliki cita rasa yang khas sangat digemari oleh konsumen, hal ini dapat dilihat dari resto maupun warung makan yang menyajikan olahan daging bebek yang selalu ramai dikunjungi. Dari sisi keuntungan bisnis ini cukup menjanjikan karena semua hasil dari unggas ini bisa diuangkan, dari telurnya, daging, bulu hingga kotorannya memiliki nilai ekonomis.

Itik pedaging yang biasanya dipanenpada umur 40 – 45 hari diharapkan memiliki bobot hidup minimal 1,3 kg mengikuti standar permintaan restoran yang mengolah aneka masakan itik. Hanya saja banyak peternak mengeluhkan itik peliharaannya tidak mampu mencapai bobot ini pada umur 40 – 45 hari, rata-rata bobot hidup yang bisa dicapai adalah 1kg. Berbeda dengan pengalaman dari Yuli Sangadah (32 th) peternak itik dari Kebumen dan para peternak mitranya, menurutnya untuk mencapai bobot panen minimal 1,3 kg pada umur 40 – 45 hari tidaklah sulit.

Selama ini ia memberikan VITERNA pada itik peliharaannya untuk memacu perkembangan itik pedaging. Itik pedaging yang diberi VITERNA pertumbuhannya sangat bagus sehingga itik dapat dipanen pada umur 40 – 45 hari dengan bobot hidup 1,3 – 1,5 kg.Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat tentunya ini akan meningkatkan keuntungan karena dapat menghemat biaya pakan dan tenaga kerja. VITERNAjuga dapat menekan kematian pada itik karena dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh itik sehingga tidak mudah terserang penyakit maupun kematian karena stress lingkungan. Kelebihan lain dari VITERNA adalah dapat mengurangi bau kotoran itik sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar kandang. Untuk aplikasi VITERNA pada itik pedaging menurut pengalaman Yuli selama ini adalah 1 tutup botol VITERNA dicampur dengan 5 liter air yang diberikan sebagai minuman itik.

Pemberian VITERNA cukup 1 kali sehari,bisa diberikan pada waktu pagi, siang maupun sore hari. Menurut Yuli pemberian VITERNA pada itik peliharaannya juga memberikan hasil itik pedaging yang seragam bobot panennya sehingga itiknya dapat terserap oleh pasar seluruhnya. Pemberian VITERNA juga tidak menaikkan biaya produksi karena tiap 100 DOD hanya membutuhkan 1 botol VITERNA seharga Rp 40.000,- sehingga tiap DOD hanya menambah biaya Rp 400,- saja selama pemeliharaan, dengan keuntungan yang lebih berlipat karena itik pedaging yang dihasilkan sehat dan masuk standar yang diinginkan konsumen.

Mencapai bobot standar yang diinginkan konsumen dalam waktu yang lebih singkat adalah harapan setiap peternak itik pedaging, menurut pengalaman Yuli Sangadah peternak itik pedaging dari Kebumen VITERNA dapat mewujudkannya

Tulis komentar Anda tentang KESAKSIAN


  • Belum ada testimoni
* klik gambar produk